Singaraja, 4 Mei 2026 — Gema takbir dan lantunan kalam ilahi dari Singaraja, Bali, membawa kabar yang membanggakan untuk dunia pendidikan madrasah. Bq. Fadhila, siswi MAN 1 Kota Mataram, sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional AUC 2026 yang digelar di Singaraja, Bali.

Kabar kemenangan ini disambut syukur dan bangga oleh seluruh keluarga besar MAN 1 Kota Mataram. Kepala MAN 1 Kota Mataram, H. Syauki, M.Pd, tak dapat menyembunyikan rasa haru saat menerima informasi dari kontingen.

“Alhamdulillah, ananda Bq. Fadhila berhasil meraih Juara 3 MTQ Nasional AUC 2026 di Singaraja Bali. Ini prestasi luar biasa. Membawa nama MANSA, membawa nama Kota Mataram, membawa nama NTB di level nasional,” ucap H. Syauki.

Tampil Memukau di Panggung Nasional, Singkirkan Qari-Qariah Terbaik Indonesia

MTQ Nasional AUC 2026 merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan qari dan qariah terbaik dari madrasah, pesantren, dan sekolah Islam se-Indonesia. Tahun ini, Singaraja jadi saksi ketatnya persaingan. Setiap peserta tampil dengan kualitas tilawah, tahfiz, tafsir, dan adab yang luar biasa.

Bq. Fadhila turun di salah satu cabang bergengsi. Dengan suara merdu, tajwid yang sempurna, lagu yang tertib, dan penghayatan yang menyentuh, ia berhasil memikat dewan hakim nasional. Hasilnya, dewan juri menetapkan Bq. Fadhila sebagai Juara 3 Nasional, mengungguli ratusan peserta dari provinsi lain.

“Persiapannya panjang. Latihan tiap hari, bimbingan dengan guru-guru Al-Qur’an MANSA, tahsin, murajaah, sampai jaga suara dan mental. Alhamdulillah Allah izinkan kami bawa pulang juara,” tutur salah satu pembina MTQ MAN 1 Kota Mataram.

Kepala Madrasah: “Ini Bukti Madrasah Sarangnya Generasi Qur’ani Berprestasi”

H. Syauki, M.Pd menegaskan, capaian Bq. Fadhila adalah bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya kuat di akademik dan sains, tapi juga menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani yang berprestasi.

“Madrasah hebat, bermartabat, dan berakhlak mulia itu bukan slogan. Ini buktinya. Anak kami bisa juara robotik, bisa juara KIR nasional, dan hari ini juara MTQ nasional. Lengkap. Karena di MANSA, kami rawat otaknya, kami jaga akhlaknya, kami hidupkan Qur’annya,” tegas H. Syauki.

Ia menambahkan, prestasi ini akan menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa. “Kalau Bq. Fadhila bisa, kalian semua juga bisa. Kuncinya istiqamah, disiplin, dan minta doa orang tua serta guru.”

Guru dan ASN Bangga, Masyarakat NTB Ikut Bersyukur

Prestasi ini langsung jadi buah bibir di lingkungan guru dan ASN Kemenag se-NTB. Grup-grup WhatsApp madrasah ramai ucapan selamat. “Bangga jadi keluarga MANSA. Madrasah kita memang barokah,” tulis seorang guru.

Masyarakat Kota Mataram pun ikut bersyukur. Prestasi Bq. Fadhila dinilai mengangkat marwah NTB sebagai daerah yang religius dan berprestasi. “Ini kado indah untuk Hardiknas. Anak madrasah NTB bisa bicara di tingkat nasional lewat Al-Qur’an,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Dari Mimbar MTQ ke Panggung Kehidupan: Lahirkan Pemimpin Berakhlak Qur’ani

Bagi MAN 1 Kota Mataram, juara MTQ bukan tujuan akhir. Ini adalah jalan untuk membentuk karakter. Siswa yang dekat dengan Al-Qur’an diyakini akan memiliki kompas moral yang kuat saat kelak jadi pemimpin, guru, dokter, insinyur, atau apapun profesinya.

“Bq. Fadhila sudah memberi teladan. Bahwa sukses dunia bisa diraih tanpa meninggalkan Al-Qur’an. Justru dengan Al-Qur’an, Allah angkat derajat kita,” pesan H. Syauki.

Kini, Bq. Fadhila pulang ke Mataram membawa medali, piagam, dan kebanggaan. Tapi yang lebih penting, ia membawa inspirasi. Bahwa dari ruang kelas madrasah, dari halaqah Qur’an setiap pagi, lahir juara. Lahir generasi yang akan menjaga Indonesia dengan cahaya Al-Qur’an.

Selamat untuk ananda Bq. Fadhila. Selamat untuk MAN 1 Kota Mataram. Teruslah jadi kebanggaan. Teruslah jadi cahaya.

Dari madrasah untuk Indonesia: melahirkan hafizhah, melahirkan juara, melahirkan peradaban.

#MadrasahHebat #MAN1KotaMataram #MTQNasionalAUC2026 #PrestasiMadrasah #BanggaNTB