MAN 1 Mataram, Sebagai upaya nyata dalam membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal dan intoleransi, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polda NTB memberi pembinaan dalam sosialisasi dan edukasi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram pada Jum’at (14/8/2026).

Densus 88 Antiteror Polri Wilayah Polda NTB aktif menjalankan program “Densus Goes to School” ke berbagai sekolah/madrasah di Nusa Tenggara Barat untuk memberikan edukasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) kepada para murid. Program ini fokus menangkal ancaman penyebaran paham menyimpang yang kerap menyasar anak muda melalui media sosial dan ruang digital.

Adapun Tujuan dari Sosialisasi ini Adalah:

  1. Sebagai Pencegahan Dini; Melindungi anak-anak dan remaja dari paparan ideologi radikal yang mengarah pada aksi terorisme.
  2. Sebagai Edukasi Ruang Digital: Mengingatkan siswa agar waspada terhadap penyebaran paham ekstrem melalui gim online, gawai, dan media sosial.
  3. Sebagai Penguatan Karakter: Mengajarkan cara bermedia sosial yang sehat serta merawat sikap toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, perwakilan Tim Densus 88 Polri Wilayah Polda NTB, IPDA Hariadi Katim menekankan bahwa generasi muda, khususnya para pelajar, merupakan target yang rentan terhadap penyebaran doktrin radikalisme yang sering kali dikemas secara manipulatif.Oleh karena itu, para murid diajak untuk berpikir kritis, memperkuat wawasan kebangsaan, dan selalu menyaring setiap informasi yang diterima.

Kepala MAN 1 Mataram, H. Lalu Syauki MS, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif dan kehadiran Tim Densus 88 Polda NTB di madrasah. Menurutnya, langkah preventif (pencegahan) seperti ini sangat krusial di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

HUMAS MANSAMA.