Mataram, MAN 1 Mataram mendelegasikan 2 tim ikut berkompetisi pada lomba “ BANDUNG ESSAY COMPETETION “tingkat nasional. Tim 1 terdiri dari M. Qaerul Ibad kelas (XI IPA 1), Muammar Magraby kelas (XI IPA 1), Tim 2 terdiri dari Denandra Darmawan Kelas (XI IPA 1), Anisa Sofia kelas (XI IPA 1)

Pada ajang yang sangat bergengsi itu tim 1 berhasil meraih gold medali bidang pendidikan sekaligus meraih best paper dan tim 2 meraih gold medali bidang teknologi. Kegiatan Lomba Essay Nasional ini diselenggarakan oleh Komunitas  Ruang Inovasi Sains dan Karya Ilmiah ( RISKI) yang bekerjasama dengan Polteknik Technical Education Development Center (TEDC) Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal 11- 12 April di Bandung secara ofline.

Dalam lomba tersebut, Tim 1 mengangkat sebuah tema yang relevan dengan dinamika yang terjadi saat ini melalui judul esainya, “EDURISE: STRATEGI PEMULIHAN PENDIDIKAN DARURAT UNTUK MENCEGAH LEARNING LOSS PASCA BENCANA DI SUMATERA DAN ACEH.” Essay ini menekankan pada pemulihan trauma siswa agar kondisi mental mereka siap Kembali menerima pembelajaran. Tujuannya untuk memastikan hak Pendidikan tetap terpenuhi dan mencegah penurunan kualitas akademik siswa akibat durasi masa darurat yang terlalu lama. Sedangkan Tim 2 mengangkat tema “ SEMBALUN: IMPLEMENTASI PLATFORM DIGITAL BERBASIS INTEGRASI SPATIAL EMERGENCY MAPPING AND BEHAVIOR ANIMATION UNTUK PENINGKATKAN LITERASI RISIKO SERTA  KESIAPSIAGAAN BENCANA KECAMATAN SEMBASLUN”. Essay ini menekankan pada kesiapsiagaan menghadapi bencana di Desa Sembalun yang memerlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan dimensi spasial dan perilaku dalam satu system edukasi yang adaptif.

Salah satu dari tim essay, Magraby (sapaan Akrabnya) menjelaskan bahwa motivasinya mengikuti lomba ini berangkat dari keinginannya untuk menantang diri sendiri dan mencoba hal baru dalam dunia kepenulisan ilmiah. Lomba ini merupakan pengalaman pertamanya presentasi secara luring, selama ini yang sering dia ikuti secara onlin, dan dia melihat kesempatan tersebut sebagai ruang belajar dan pengalaman sekaligus pembuktian kapasitas dirinya.

“Prosesnya saya mulai dari mencari ide, melakukan riset ringan, membuat kerangka, hingga revisi beberapa kali sebelum pengumpulan. Tantangan terbesarnya ada pada penyusunan argumen yang kuat namun tetap mudah dipahami, serta membagi waktu di tengah padatnya pembelajaran,” ujarnya.

Dengan prestasi ini, MAN 1 Mataram kembali menunjukkan bahwa siswa-siswinya mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional melalui karya-karya yang berdampak. Diharapkan keberhasilan tim KIR MANSA Mataram dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya, menjawab tantangan zaman, serta membawa nama baik madrasah di berbagai ajang bergengsi.

                Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Mataram, Drs. H. Lalu Syauki MS, M. Pd. Menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim KIR MAN 1 Mataram dan pembinanya yang sudah berkontribusi bagi Madrasah dan mengharumkan nama NTB di Tingkat Nasional. Syauki berpesan kepada semua siswa-siswi MAN 1 Mataram untuk terus meningkatkan kemampuannya khususnya dalam bidang akademik agar mampu bersaing dengan sekolah-sekolah dan Madrasah yan ada di seluruh Indonesia, bahkan sampai tembus internasional,”ujarnya”.

HUMAS MANSAMA